ARTIKEL

Mudik Lewat Kuningan, Ini 5 Oleh-oleh Pilihan Khas Kuningan

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Setiap libur Lebaran, kota ini dipadati oleh para pemudik tujuan Cirebon, Jawa Tengah, maupun Jawa Timur, pusat oleh-oleh punkerap dipadati wisatawan yang singgah.
 

KUNINGAN, KOMPAS.com - Berkunjung ke kota kecil di sisi Cirebon belum lengkap jika tidak membawa buah tangan khasnya. Kota yang terkenal dengan kuda Kuningannya ini menyimpan beberapa kuliner unik untuk buah tangan para pelancongnya.

Setiap libur Lebaran, kota ini dipadati oleh para pemudik tujuan Cirebon, Jawa Tengah, maupun Jawa Timur, pusat oleh-oleh pun kerap dipadati wisatawan yang singgah. Salah satu yang dipadati ialah sentra oleh-oleh Teh Diah, yang berada di Jalan Raya Bojong, Cilimus, Kuningan.

Manager sentra oleh-oleh tersebut, Erna Soen mengatakan beberapa jenis panganan khas kerap diserbu untuk jadi buah tangan wisatawan dari Jakarta, Bandung, serta yang lainnya saat ditemui KompasTravel, Jumat (8/7/2016). Berikut macam oleh-oleh khas Kuningan yang bisa jadi rekomendasi untuk Anda bawa pulang:

1. Tape Ketan dalam Ember

Tape Ketan dalam ember khas Kuningan ini sudah tersohor kenikmatannya. Terbuat dari tape ketan putih yang berwarna hijau muda akibat pewarnaan dari daun katuk. Terksturnya lembek dan lembut, rasanya sangat menyegarkan, karena mengandung air hasil fermentasi yang manis.

Tape khas Kuningan ini dimual dalam ember kecil berwarna hitam, salah satu alasannya ialah agar air segar yang dihasilkannya tetap tertampung dalam ember tersebut.

Panganan ini dapat mudah ditemui di jalan-jalan besar kota Kuningan, terlebih saat musim libur panjang seperti Lebaran. Di sentra oleh-oleh Teh Diah sendiri terdapat berbagai pilihan merek tape, seperti Binangkit, Sari Asih, Sari Wangi, Rasa Madu, dan Rasa Madu Putra.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Tape Ketan dalam ember khas Kuningan sudah tersohor kenikmatannya. Terbuat dari tape ketan putih yang berwarna hijau muda akibat pewarnaan dari daun katuk.
2. Kripik Gemblong

Bagi yang menyukai panganan kering, kripik gemblong pilihannya. Kripik yang berbahan dasar singkong ini bukan seperti keripik pada umumnya. Di dalam kripik gemblong, terdapat lapisan oncom pedas nan gurih, sehingga menambah kelezatannya.

Keripik ini dapat ditemui di sentra oleh-oleh, toko kue kering di beberapa pasar Kuningan. Warnanya kuning tipis dengan oncom di tengah berwarna merah kecoklatan. Keripik gemblong dijual per kilo ataupun per kemasan, dengan harga yang variatif.

3. Opak Bakar

Opak bakar, berbeda dengan opak medan, jenis kerupuk berbahan dasar beras ketan dan kelapa ini dipanggang tanpa menggunakan minyak. Irisannya yang tipis dan potongannya yang kecil membuat teksturnya sangat renyah.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Irisannya yang tipis dan potongannya yang kecil membuat tekstur Opak Bakar khas Kuningan sangat renyah.

Hidangan tersebut biasa dikonsumsi menjadi teman minum kopi, ataupun cemilan hidangan lainnya. Salah satu desa pengrajin opak bakar tersebut ialah Desa Mandirancan, Kuningan.

Panganan ini dapat ditemui di berbagai sentra oleh-oleh. Di sentra oleh-oleh Teh Diah sendiri, opak bakar ini dijual dengan ukuran dan harga yang bermacam-macam, mulai dari kotak 30 x 10 centimeter seharga Rp 19.000.

4. Jeruk Nipis Peras

Menyerupai sirup, namun awalnya minuman ini merupakan perasan jeruk nipis asli bercampur gula. Di berbagai sentra oleh-oleh, minuman ini dapat diminum langsung dengan botol kecil, ataupun botol besar dengan dicampur air putih, seperti menyajikan sirup.

Erna menjelaskan di sentra oleh oleh Teh Diah jeruk peras tersedia dari berbagai merek dengan harga Rp 30.000 satu botol besar 500 mili liter.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Motif yang digunakan Batik Kuningan bercorak ikan dewa, kuda kuningan sebagai salah satu satwa khas, monumen bokor, dan kujang senjata tradisional Jawa Barat.
5. Batik Kuningan

Hampir semua daerah di Indonesia memiliki kain batik khasnya sendiri. Begitupun dengan Kabupaten Kuningan yang memiliki motif batik sendiri. Batik Kuningan memiliki corak cerah namun tak banyak warna, warna dominan hanya satu sampai dua warna dalan satu kain batik.

Motif yang digunakan Batik Kuningan bercorak ikan dewa, kuda kuningan sebagai salah satu satwa khas, monumen bokor, dan kujang senjata tradisional Jawa Barat.

Wisatawan dapat memperolehnya di berbagai butik besar atau sentra oleh-oleh besar yang ada di sepanjang Kuningan. Batik sendiri dibandrol dengan harga Rp 95.000 untuk batik cap, dengan kain sepanjang 4 meter persegi.



Penulis : Muhammad Irzal Adikurnia
Editor : Ni Luh Made Pertiwi F

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE
Jadwal Imsakiyah
5 Juli 2016
Loading...
Jadwal Selengkapnya