Kamis, 1 Januari 1970
Jakarta dan sekitarnya

Imsak

07:00 WIB

Subuh

07:00 WIB

Dzuhur

07:00 WIB

Ashar

07:00 WIB

Maghrib

07:00 WIB

Isya

07:00 WIB

Turunkan Silinder untuk Tekan Pemudik Bermotor

  • Oleh :
  • Sri Rejeki
  • Sabtu, 18 Agustus 2012
Ribuan pemudik dengan sepeda motor memuhi jalur khusus sepeda motor di Telagasari, Karawang, Jumat (17/8/2012). Meski diperuntukkan bagi sepeda motor, kendaraan roda empat juga memenuhi jalur ini. Selain di jalur sepeda motor, kepadatan juga terjadi di jalur pantai utara dari Karawang hingga Pamanukan. | KOMPAS/HERU SRI KUMORO

JAKARTA, KOMPAS.com- Pemerintah diimbau untuk serius menekan kecelakaan lalu lintas, utamanya selama arus mudik. Salah satu caranya adalah dengan menurunkan kapasitas silinder sepeda motor agar tidak digunakan sebagai moda transportasi jarak jauh.

"Sudah saatnya pemerintah mengubah kebijakan industri sepeda motor, yakni menurunkan silinder di bawah 100 cc. Produksi untuk mesin di atas 100 cc hanya diizinkan untuk keperluan tertentu saja," kata pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno, Sabtu (18/8/2012) menanggapi banyaknya pemudik bersepeda motor.

Menurut Djoko, di negeri produsen sepeda motor saja, seperti di China dan Jepang, silinder sepeda motor dibatasi hanya boleh di bawah 100 cc dan operasionalnya pun terbatas. Tidak semua jalan boleh dilalui sepeda motor.

"Kalau pemerintah masih membiarkan seperti ini, sama saja pemerintah membiarkan kematian besar-besaran dengan sepeda motor," kata Djoko.

Dari berbagai data ditemukan, 70 persen kecelakaan lalu lintas saat arus mudik melibatkan sepeda motor. Pada lebaran tahun 2011, tercatat 4.482 unit sepeda motor terlibat kecelakaan atau 71 persen dari total moda dengan korban paling banyak berasal dari usia produktif, 16-30 tahun.

Editor : Marcus Suprihadi
Ada 14 Komentar untuk artikel ini
Silahkan Login
Cancel
GAYA RAMADHANMU

Yuk RamadhanMu di Twitter. Kirim foto & gaya unik kamu selama Ramadhan

Ikutan Kontes