Pastikan Obyek Wisata Aman, Bupati Semarang Minta Ayunan Pun Dicek

Kontributor Ungaran, Syahrul Munir
Kompas.com - 13/06/2017, 21:52 WIB
ARSIP HUMAS PEMKAB SEMARANG Bupati H Mundjirin menerima penyerahan kendi berisi air dari tujuh mata air dari Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Semarang (DKKS) Sarwoto Ndower dalam acara wilujengan peringatan HUT ke-496 Kabupaten Semarang di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Selasa (14/3/2017) malam.

UNGARAN, KompasProperti - Bupati Semarang Mundjirin meminta pengelola tempat wisata mengecek seluruh fasilitas dan wahana yang disediakan bagi pengunjung.

Tujuannya untuk memastikan tidak ada kejadian kecelakaan yang disebabkan disfungsi wahana wisata, khususnya menghadapi musim libur Lebaran 2017 mendatang.

"Bahkan ayunan sekali pun, harus dicek kalau ada yang patah-patah," kata Mundjirin dalam rapat koordinasi ekonomi, keuangan, industri dan perdagangan ( Rakor Ekuinda) di Gedung Dharma Satya, Ungaran, Selasa (13/6/2017) siang.

Selain keamanan wahana, Mundjirin juga memastikan aksebilitas menuju lokasi-lokasi aman dilewati para pengunjung.

Hal ini mengingat sejumlah lokasi wisata di Kabupaten Semarang banyak yang berada di pedesaaan dengan kondisi lebar jalan yang tidak terlalu luas dan parkir yang terbatas.

"Seperti menuju ke kampung warna di Bejalen, Ambarawa, itu lagi booming sekarang, tapi kesananya harus masuk ke kampung-kampung jalannya sempit. Tolong rambu-rambunya dilengkapi, diatur," tutur dia.

Ditemui terpisah, pengelola Kawasan Obyek Wisata Umbul Sidomukti Bambang Ari Wijanarko sepakat dengan imbauan Bupati Semarang terkait keamanan wahana di lokasi wisata.

Obyek Wisata alam berbasis air yang berada di desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, selama bulan Ramadhan ini telah melakukan pengecekan dan perbaikan-perbaikan pada wahan yang ada.

"Ya, bulan puasa ini kami gunakan untuk pengecekan dan perbaikan wahana. Selain itu ada penambahan rambu di jalan," kata Bambang.

Guna menyambut pengunjung pada musim libur lebaran tahun ini pihaknya juga telah melakukan penataan parkir, sehingga bisa menampung jumlah kendaraan pengunjung dengan maksimal.

"Mobil bisa seratusan, motor bisa limaratusan," imbuhnya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Ungaran, Syahrul Munir
EditorHilda B Alexander
Komentar