Selama Berpuasa, Hindari 5 Jenis Buah Ini untuk Kesehatan Lambung

Lutfy Mairizal Putra
Kompas.com - 15/06/2017, 16:04 WIB
Shutterstock Buah nangka.

KOMPAS.com –- Mengonsumsi buah-buahan akan memberikan berbagai macam manfaat bagi tubuh, terutama pada saat sebelum dan selesai berpuasa. Buah yang mengandung serat seperti kiwi, misalnya, akan membantu dalam menjaga perut agar tidak cepat lapar.

Namun, tidak semua buah dapat dikonsumsi selama bulan puasa. Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi dan hepatologi, dr Hardianto Setiawan, SpPD-KGEH, mengatakan, buah yang sulit dicerna lambung dan mengandung getah sebaiknya dihindari selama berpuasa.

Hal itu juga berlaku bagi pengidap kelainan lambung. “Buah boleh, tapi ada beberapa yang sulit dicerna, contohnya nangka karena ada getahnya. Lalu, manggis, pisang ambon yang dapat menimbulkan gas, kedondong, atau buah yang telah difermentasi atau diasinkan,” kata Hardianto dalam diskusi bertajuk “Tetap Sehat dan Bugar Saat Berpuasa dan Lebaran” yang terselenggara dengan kerja sama Harian Kompas dan Rumah Sakit Siloam, Kebayoran Baru, Rabu (14/6/2017).

Hardianto mengatakan, secara keseluruhan lamanya waktu yang diperlukan bagi tubuh untuk mencerna buah tersebut hampir sama dengan buah lainnya. Namun, pada saat berpuasa kinerja lambung menjadi terbatas. “Untuk mencerna buah-buah itu memerlukan tenaga yang ekstra. Padahal, kita dalam kondisi berpuasa atau sakit lambung sehingga perlu mengurangi kerja dari pencernaan kita,” ucap Hardianto.

Meski sulit dicerna, tidak berarti bahwa buah-buahan tersebut akan membuat Anda tidak merasa lapar lebih lama. Untuk mendapatkannya, makanan yang mengandung serat dapat menjadi pilihan untuk santap sahur. “Mangga, apel, gandum, sereal, dan beras merah. Kalau bulan puasa ini bisa juga blewah dan timun suri,” ujar Hardianto.

Lalu, untuk mendapatkan hasil terbaik dari buah, pakar gizi dokter Samuel Oetoro, SpGK, sebelumnya pernah menyampaikan bahwa ada cara spesifik untuk mengonsumsi buah di bulan puasa.

Pada saat sahur, buah harus dikonsumsi secara utuh atau diblender. Bila dijus, serat buah akan hilang dan membuat gula terserap lebih cepat. Sementara itu, buah sebaiknya dijus atau diambil sarinya saja pada saat dikonsumsi sebagai takjil agar energi segera kembali.

(Baca juga: Cara Tepat Mengonsumsi Buah Saat Sahur dan Berbuka Puasa)

 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisLutfy Mairizal Putra
EditorShierine Wangsa Wibawa
Komentar