Antisipasi 10 Titik Kemacetan Saat Mudik 2018, Ini Langkah Pemerintah

Dani Prabowo
Kompas.com - 07/07/2017, 13:00 WIB
Ilustrasi macetralfgosch Ilustrasi macet

JAKARTA, KompasProperti - Kendati pelaksanaan musim mudik dan balik Lebaran kali ini terbilang berhasil, namun masih ada sejumlah catatan dalam pelaksanaannya. Terutama, dalam hal mengatasi persoalan macet di sejumlah titik yang berada di Sumatera dan Jawa.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat adanya sepuluh titik kemacetan. Langkah antisipasi pun telah disiapkan agar saat musim mudik Lebaran 2018, tingkat kemacetan dapat ditekan.

Berikut titik kemacetan dan langkah antisipasinya:

1. Sei Rampah di Sumatera Utara

Adanya pasar tumpah di sebelah Kampung PON di pintu keluar tol sementara, serta jalan menuju Tebing Tinggi yang bersilangan dengan jalan nasional, menyebabkan antrian panjang.

Perlu adanya percepatan penyelesaian tol sampai Tebing Tinggi sehingga pintu keluar tidak lagi di Sei Rempah.

2. Padang-Bukit Tinggi-Pekanbaru

Peningkatan volume kendaraan menjadi penyebab kemacetan, solusinya perlunya dikembangkan jalur alternatif (Payakumbuh-Batu Sangkar-Singkarak dan Baso-Koto Baru).

3. Bandar Lampung-Kota Baru

Meski dari sisi kapasitas jalan telah terpenuhi, kemacetan masih terjadi akibat perilaku masyarakat yang masih memarkirkan kendaraannya secara liar. Parkir liar itu tumbuh akibat adnaya pertokoan dan pasar di sisi jalan.

Solusi yang disiapkan yaitu dengan penanganan arus lalu lintas yang lebih komprehensif.

4. Ciawi-Cisarua-Cianjur

Peningkatan volume kendaraan di kawasan Puncak terjadi tak hanya akibat adanya arus pemudik, tetapi juga masyarakat yang berwisata.

Diperlukan pelebaran jalan serta pengurangan hambatan samping dengan cara penataan pedagan kaki lima di kawasan tersebut.

5. Nagreg-Ciawi

Kemacetan terjadi akibat kurangnya kapasitas jalan saat arus mudik. Sebagian jalan masih dua lajur untuk kedua arah, dan alinyemen vertikal jalan gradient yang lebih besar dari 6 persen. Diusulkan agar dibangun Jalan Tol Bandun-Tasikmalaya sebagai solusinya.

6. Cibadak-Sukabumi

Kemacetan terjadi akibat kegiatan Pasar Cibadak, Pasar Cisaat, dan akses ke Pelabuhan Ratu dan Sukabumi.

Diperlukan jalur alternatif ke Pelabuhan Ratu dan Percepatan penyelesaian Jalan Tol Ciawi–Sukabumi.

7. Karangsawah di Jawa Tengah

Karangsawah menjadi titik kemacetan di lintas tengah karena ada perlintasan sebidang dan rawan longsor. Rencananya akan dilakukan pelaksanaan relokasi jalan pada Tahun Anggaran 2018.

8. Gringsing di Jawa Tengah

Gringsing menjadi titik kemacetan di Jalur Lintas Pantai Utara (Pantura) Jawa pada arus balik dikarenakan untuk menuju Gerbang Tol Gringsing harus menyeberangi (crossing) jalan. Solusinya penyelesaian ruas tol sampai Ngaliyan, Semarang.

9. BTS.DIY-Kebumen-Wangon

Kemacetan terjadi pada titik-titik pasar, perlintasan kereta api dan pertigaan atau perempatan menuju tempat wisata, perlu pelebaran jalan terutama di depan Toserba Laris Ruas Kutoarjo-Purworejo.

Selain itu diperlukan juga pembangunan sejumlah fly over di perlintasan KA Sampang-Buntu, perlintasan KA Karang Anyar, dan di perlintasan KA Kutowinangun

10. Simpang Wilangan di Jawa Timur

Wilangan juga menjadi titik kemacetan mudik 2017 karena banyak pemudik melewati jalur tersebut. Arus lalu lintas akan terpecah bila Tol Ngawi–Kertosono selesai pada tahun 2018.

Kompas Video alan Tol Trans-Jawa yang dibuka sementara atau fungsional sepanjang 337 kilometer.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisDani Prabowo
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM