Mengenal Ketulusan Cinta Lewat “Surat Kecil untuk Tuhan”

Cahyu Cantika Amiranti
Kompas.com - 14/07/2017, 00:00 WIB
Joe Taslim dan Bunga Citra Lestari dalam film Surat Kecil untuk Tuhan.Falcon Picture Joe Taslim dan Bunga Citra Lestari dalam film Surat Kecil untuk Tuhan.


KOMPAS.com – Melalui film Surat Kecil untuk Tuhan, penonton bisa belajar tentang arti ketulusan cinta. Percaya bahwa akan selalu ada cinta antar sesama manusia, bahkan di kondisi tersulit sekali pun. Cinta tak selalu berasal dari sepasang kekasih, tetapi juga antara kakak dan adik, antara sesama teman seperjuangan, serta antara orangtua angkat dan anak.

Film yang diangkat dari novel karya Agnes Davonar ini mengisahkan tentang sepasang kakak beradik yatim piatu bernama Anton dan Angel, yang harus mengadu nasib menjadi pengemis demi mencari kehidupan lebih baik. Tentu perjuangan keduanya menjadi anak jalanan tidaklah mudah.

Kejahatan dan bahaya mereka temui di jalanan ibu kota. Namun, di saat-saat sulit seperti itu, kental sekali terasa kasih sayang yang diberikan oleh Anton kepada Angel.

Dia selalu mengutamakan Angel di atas dirinya sendiri. Dia rela tidak makan asalkan perut adiknya itu kenyang, tak membiarkan Angel bekerja saat hujan sehingga ia mengemis sendirian, dan merawat adiknya dengan penuh perhatian saat sakit.

Angel sendiri pun memiliki rasa cinta yang sangat besar terhadap kakaknya. Dia pernah menulis surat kepada Tuhan untuk meminta agar tak pernah terpisah dengan Anton sampai selamanya karena hanya abangnya itu yang dia punya dan selalu menjaganya.

Ketika sudah dewasa dan akhirnya mereka harus terpisah pun Angel tak pernah berhenti mencari sang kakak ke mana pun. Kesedihannya saat merindukan Anton pun terasa sekali di hati penonton. Hal ini diakui Bunga Citra Lestari—pemeran Angel dewasa—tidaklah mudah.

Bunga Citra Lestari diabadikan usai kegiatan menonton bersama para pemain film Surat Kecil Untuk Tuhan, di XXI Blok M Square, Jakarta Selatan, Jumat (30/6/2017).Kompas.com/Ira Gita Bunga Citra Lestari diabadikan usai kegiatan menonton bersama para pemain film Surat Kecil Untuk Tuhan, di XXI Blok M Square, Jakarta Selatan, Jumat (30/6/2017).
“Ini karakter terberat aku. Jadi bagaimana membuat Angel ini berbicara lewat mata, bagaimana dia menangis lebih dalam. Kalau lihat dari penampilannya biasa aja, bajunya dia stylish, penuh warna. Tapi kalau dilihat dari matanya lebih dalam lagi, baru keliatan kalau dia sedih,” ujar Bunga, seperti dikutip Kompas.com, Rabu (31/5/2017).

Tak hanya kekuatan cinta antara kakak dan adik tersebut, kasih sayang yang tulus juga diperlihatkan sesama teman pengemis. Mereka saling menjaga dan menghibur satu sama lain.

Apabila salah satu dari mereka sedang mendapat musibah, teman yang lain pun akan ikut menangis dan berusaha menguatkan. Berkat kuatnya dukungan antar sesama teman seperjuangan, anak-anak itu tetap bisa tertawa di tengah kerasnya kehidupan.

Kasih sayang di antara anak-anak tersebut juga diungkapkan dalam berbagi barang kepunyaan mereka kepada teman-temannya. Meski sama-sama kekurangan, tidak terpikir oleh mereka untuk pelit kepada teman sendiri.

“(Film ini ingin menunjukkan kalau) kebahagiaan itu didapat dari berbagi dengan orang lain,” ucap salah satu pemain, Joe Taslim, seperti dikutip Kompas.com pada Kamis (18/5/2017).

Rasa cinta yang tulus juga terlihat antara orangtua angkat Angel dengan dirinya. Mereka memperlakukan Angel bak buah hatinya sendiri.

Segala pilihan dan keputusan Angel selalu mereka dukung. Mereka juga ada di samping Angel untuk memberi kekuatan saat dia berjuang mencari Anton.

Joe Taslim berpose usai wawancara dengan Kompas.com tentang film Surat Kecil Untuk Tuhan di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Kamis (18/5/2017). Di film ini Joe berperan sebagai Martin seorang dokter jantung dengan sosok yang sangat tulus dan protagonis.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Joe Taslim berpose usai wawancara dengan Kompas.com tentang film Surat Kecil Untuk Tuhan di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Kamis (18/5/2017). Di film ini Joe berperan sebagai Martin seorang dokter jantung dengan sosok yang sangat tulus dan protagonis.
Angel juga beruntung karena memiliki kekasih yang sangat mencintainya dan selalu mendukungnya. Bahkan, saat hubungan mereka dilanda masalah pun, Martin—nama pacar Angel—tak pernah berhenti memperjuangkan dan memenangkan kembali hatinya.

Tak hanya kepada Angel, Martin yang merupakan seorang spesialis jantung, juga memiliki rasa kasih sayang yang sangat besar terhadap para pasiennya. Dia kerap menemani dan menghibur pasiennya.

Martin pun menunjukkan kesedihan yang mendalam jika ada pasiennya yang meninggal. Di saat seperti ini, Angel akan memberikan dukungannya untuk menguatkan Martin kembali.

Terakhir, film ini tentunya menunjukkan rasa cinta dari Tuhan kepada para hamba-Nya. Bahwa Tuhan akan selalu memberikan titik terang dan jalan keluar bagi setiap masalah hamba-Nya. Tuhan juga membuat para hamba-Nya tidak merasa sendirian dan kekurangan cinta saat di kondisi paling sulit sekali pun.

“Film ini akan membuat penonton lebih bersyukur dalam menghadapi hidup karena nilai-nilai kemanusiaanlah yang menjadi poin penting dalam film ini,” kata sutradara, Fajar Bustomi, seperti dilansir Kompas.com, Kamis (18/5/2017).

Sebagai informasi, film ini bisa disaksikan di bioskop-bioskop kesayangan sejak Lebaran. Penasaran?

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisCahyu Cantika Amiranti
EditorKurniasih Budi
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM