Yuk Simak, Tips Makan Sehat di Hari Lebaran

Kompas.com - 15/06/2018, 06:00 WIB
Ketupat adalah salah satu hidangan khas Lebaran di IndonesiaShutterstock Ketupat adalah salah satu hidangan khas Lebaran di Indonesia

KOMPAS.com - Umat Islam di seluruh dunia kini merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Hari lebaran kerap dirayakan dengan sajian beragam kuliner yang dinikmati bersama saudara dan kerabat.

Namun, beberapa makanan yang disajikan di hari lebaran seringkali merupakan makanan yang berlemak dan kurang sehat.

Tak jarang pula kita seperti "balas dendam" dan makan dalam porsi yang banyak.

Padahal, perut kita baru saja terbiasa dengan pola makan di Bulan Ramadhan, di mana umat Islam berpuasa penuh selama 30 hari.

Baca juga: Lebaran Kapan?

Sebelum menyantap makanan hari lebaran, yuk ikuti tips makan sehat di hari lebaran.

1. Makan perlahan

Ahli diet tersertifikasi Rahaf Al Bochi merekomendasikan agar kita secara perlahan mengubah kembali pola makan kita dari Bulan Ramadhan menjadi pola makan di hari biasa.

"Kapasitas perut kita menjadi lebih kecil karena sudah terbiasa dengan pola makan Bulan Ramadhan."

"Jadi, kita tidak bisa makan terlalu banyak. Makanlah dalam porsi yang kecil sepanjang hari," kata Al Bochi kepada CNN Health.

Al Bochi, yang juga Jurubicara Academy of Nutrition and Dietics di Amerika Serikat, menyarankan kita untuk memulai Hari Raya Idul Fitri dengan meminum air dan makan sebutir kurma.

Hak itu pula yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Baca juga: Selama Ramadhan, Warganet Paling Sering Bicarakan Kurma dan Mobil

 

Kurma mengandung serat yang tinggi, pemanis alami, potasium, magnesium, dan menambah energi setelah berpuasa.

Sementara itu, Nutrisionis dari Virginia Utara nour Zibdeh memilih mengonsumsi almond untuk tambahan protein saat berbuka puasa.

Zibdeh mengibaratkan Idul Fitri seperti hari besar lainnya, seperti Natal dan Thanksgiving sehingga menurutnya makan besar tak terhindarkan pada momentum tersebut.

"Maka, jika ada makanan khas tradisional yang biasa disajikan yang secara emosional akan membuatmu merasakan hari besar tersebut, maka makanlah," kata Zibdeh.

Namun, kita tak perlu memakan setiap menu yang ada di hadapan kita. Dengarkan keperluan tubuhmu, dan makan sesuai kebutuhan.

Minum air putih sangatlah penting untuk menghindari dehidrasi setelah periode puasa yang panjang.  

Para pakar juga menekankan pentingnya asupan makanan yang beragam untuk menjaga asupan nutrisi.

Baca juga: Makanan Warna Ungu Kaya Nutrisi dan Instagramable

"Buah dan sayuran akan memberikan cadangan mineral yang cukup," kata Nutrisionis klinis di University of Maryland Medical Center, Courtney Ferreira.

Konsumsi vitamin tidak begitu diperlukan bagi orang-orang yang ingin kembali ke pola diet sehat setelah Idul Fitri.

2. Makan sosial

Pola makan sehat lainnya adalah merencanakan makan bersama, di mana sejumlah makanan disajikan namun dengan waktu jeda di setiap penyajian.

Jeda 3-4 jam di antara waktu makan akan memberikan waktu bagi pencernaan kita untuk memisahkan bakteri atau sisa makanan dari usus ke saluran pembuangan.

Zibdeh mencontohkan, ketika ia diundang makan siang pada pukul 11.00-14.00.

Ia berencana tak sarapan untuk mengantisipasi makanan yang akan dinikmati bersama teman-temannya tersebut.

Zibdeh juga akan menghadiri undangan lainnya pada pukul 18.00.

Baca juga: Sabtu-Minggu, Hari Tersibuk di Supermarket Indonesia, Kenapa?

Ahli diet asal Toronto, Nazima Qureshi menyarankan kita pergi ke supermarket dengan membawa perencanaan makanan, agar kita berusaha menghindari membeli makanan tidak sehat.

Setelah hari pertama Idul Fitri, banyak ahli nutrisi menyarankan agar momentum tersebut dijadikan waktu untuk memulai kembali pola diet sehat.

Qureshi mengatakan, banyak orang mengalami kenaikan berat badan saat Idul Fitri. Hal itu karena mereka makan terlalu banyak setelah tak lagi berpuasa.

"Jika kita tak memperhatikan apa yang kita makan, kita akan merasa lelah karena terlalu banyak makan," katanya.

Namun, daripada terlalu keras memikirkan apa yang dimakan saat Idul Fitri, Qureshi menyarankan kita untuk menyusun resolusi pola makan sehat di kemudian hari.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar
Terkini Lainnya
Saat Ketupat
Saat Ketupat "Sambut" Ribuan WNI yang Rayakan Lebaran di Washington
Khas Ramadhan
3.000 Warga Indonesia Shalat Ied di IMAAM Center Virginia, AS
3.000 Warga Indonesia Shalat Ied di IMAAM Center Virginia, AS
Khas Ramadhan
Melihat Suasana Idul Fitri di Roma
Melihat Suasana Idul Fitri di Roma
Khas Ramadhan
Daftar Museum di Jakarta yang Buka Selama Libur Lebaran
Daftar Museum di Jakarta yang Buka Selama Libur Lebaran
Khas Ramadhan
Yuk Simak, Tips Makan Sehat di Hari Lebaran
Yuk Simak, Tips Makan Sehat di Hari Lebaran
Khas Ramadhan
Tradisi Masyarakat Jawa Tondano Lanjutkan Puasa di Bulan Syawal
Tradisi Masyarakat Jawa Tondano Lanjutkan Puasa di Bulan Syawal
Khas Ramadhan
Bingung Pilih Baju Saat Liburan? Ayo, Tampil Gaya dengan Kaus Putih
Bingung Pilih Baju Saat Liburan? Ayo, Tampil Gaya dengan Kaus Putih
Khas Ramadhan
Masjid Menara Kudus, Saksi
Masjid Menara Kudus, Saksi "Hidup" Toleransi dari Masa ke Masa (1)
Khas Ramadhan
Cerita Baju Koko
Cerita Baju Koko "Black Panther" yang Masih Diburu Jelang Lebaran...
Khas Ramadhan
Powerbank hingga Kamera,
Powerbank hingga Kamera, "Barang Wajib" Saat Mudik
Khas Ramadhan
Pemeriksaan Kesiapan Bus untuk Mudik Lebaran
Pemeriksaan Kesiapan Bus untuk Mudik Lebaran
Khas Ramadhan
Yuk, Ikuti Tips Ini untuk Tampil Modis Saat Lebaran
Yuk, Ikuti Tips Ini untuk Tampil Modis Saat Lebaran
Khas Ramadhan
Agar Anak Nyaman Saat Mudik, Jangan Biarkan Main Gawai Berlebihan
Agar Anak Nyaman Saat Mudik, Jangan Biarkan Main Gawai Berlebihan
Khas Ramadhan
Tips Nyaman Naik Pesawat Saat Mudik
Tips Nyaman Naik Pesawat Saat Mudik
Khas Ramadhan
Viral, Foto Biarawati Bagi-bagi Paket Makanan Buka Puasa di Jalan
Viral, Foto Biarawati Bagi-bagi Paket Makanan Buka Puasa di Jalan
Khas Ramadhan