Mercusuar Cikoneng, Pilihan Wisata Sekitar Tol Merak Selain Pantai

Kompas.com - 22/05/2019, 17:03 WIB
Mercusuar Cikoneng yang juga merupakan titik nol Anyer Panarukan, Banten, Selasa (21/5/2019).KOMPAS.com/SHERLY PUSPITA Mercusuar Cikoneng yang juga merupakan titik nol Anyer Panarukan, Banten, Selasa (21/5/2019).

BANTEN, KOMPAS.com - Tak terasa bulan Ramadhan akan segera berakhir dan Hari Raya Idul Fitri akan segera tiba. Sudahkah Anda bersiap untuk melakukan perjalanan mudik?

Jika Anda akan melakukan perjalanan mudik via perjalanan darat, saat ini ruas tol Trans Jawa telah terbentang dari Merak (Banten) hingga Probolinggo (Jatim) sehingga akan membuat perjalanan Anda menjadi lebih cepat dan nyaman.

Panjang tol yang melintasi Merak hingga Probolinggo mencapai 962 kilometer. Jika Anda merasa penat dalam perjalanan, jangan ragu untuk menyempatkan diri berkunjung ke berbagai lokasi wisata.

Baca juga: Tak Hanya Pantai, Banten Punya Segudang Obyek Wisata

Seperti yang dilakukan Tim Merapah Trans Jawa 4 Kompas.com, Selasa (21/5/2019). Siang tadi kami menyambangi Mercusuar Cikoneng yang merupakan salah satu destinasi wisata menarik di sekitar Tol Merak selain pantai.

Mercusuar Cikoneng di Banten merupakan titik nol Anyer Panarukan, Selasa (21/5/2019).KOMPAS.com/SHERLY PUSPITA Mercusuar Cikoneng di Banten merupakan titik nol Anyer Panarukan, Selasa (21/5/2019).
Mercusuar yang juga menjadi titik nol Anyer-Panarukan tersebut berjarak 40 kilometer dari Gerbang Tol Merak atau dapat ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit sesuai kondisi lalu lintas di sekitar area tersebut.

Baca juga: Mencicipi Sate Bandeng, Kuliner Khas Banten

Dari jauh mercusuar yang dicat warna putih dapat dengan mudah Anda lihat. Kawasan mercusuar ini terletak di seberang jalan utama, sehingga aksesnya cukup mudah untuk kendaraan pribadi.

Mercusuar ini letaknya sangat dekat dengan pantai sehingga selain berwisata sejarah, Anda juga dapat menikmati keindahan matahari terbenam dan pemandangan pegunungan yang indah.

Baca juga: Pedasnya Angeun Lada, Sayur Berkuah Khas Banten

Anda dapat naik ke atas mercusuar hingga lantai ke-3. Saat masuk ke dalam mercusuar Anda harus melepas alas kaki agar kebersihannya tetap terjaga.

Puing Mercusuar Cikoneng lama yang juga merupakan titik nol Anyer Panarukan, Selasa (21/5/2019).KOMPAS.com/SHERLY PUSPITA Puing Mercusuar Cikoneng lama yang juga merupakan titik nol Anyer Panarukan, Selasa (21/5/2019).
Untuk memasuki kawasan ini Anda harus membayar Rp 10.000 untuk motor dan Rp 30.000 untuk mobil. Biaya ini sudah termasuk biaya parkir.

Penjaga Mercusuar Cikoneng, Ali Hasan Badarudhin mengatakan, mercusuar tersebut dibangun pada tahun 1806. Kemudian pada tahun 1825 jalan Anyer-Panarukan baru mulai dibangun.

"Dulu itu mercusuar ini hanya dibangun dengan batu bata. Lalu pada tahun 1883 Gunung Krakatau meletus. Mercusuar itu hancur dan hanya menyisakan fondasinya," ujar Ali saat ditemui Kompas.com, Selasa (21/5/2019).

Ali menyebutkan, pada tahun 1885 pada masa pemerintahan ZM Willem III mercusuar ini dibangun kembali dan masih berdiri kokoh dan masih berfungsi dengan baik hingga saat ini.

Mercusuar Cikoneng yang juga merupakan titik nol Anyer Panarukan, Selasa (21/5/2019).KOMPAS.com/SHERLY PUSPITA Mercusuar Cikoneng yang juga merupakan titik nol Anyer Panarukan, Selasa (21/5/2019).
Jika berkunjung ke mercusuar ini, Anda akan dapat membaca sejarah mercusuar lain di Indonesia melalui foto-foto yang tertempel di dinding mercusuar.

Tak hanya itu, Anda juga dapat melihat sisa-sisa fondasi mercusuar lama lengkap dengan narasi sejarah di baliknya.

Jadi bagaimana, tertarik mampir ke Mercusuar Cikoneng?

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Terkini Lainnya
Tradisi Kupatan ala Warga Pekauman yang Tak Lekang oleh Waktu
Tradisi Kupatan ala Warga Pekauman yang Tak Lekang oleh Waktu
Khas Ramadhan
Libur Lebaran Usai, Waduk Darma Kuningan Masih Ramai Wisatawan
Libur Lebaran Usai, Waduk Darma Kuningan Masih Ramai Wisatawan
Khas Ramadhan
Cerita Narti Tak Sekali Pun Lewatkan Open House Sultan, Antre Pagi-pagi hingga demi
Cerita Narti Tak Sekali Pun Lewatkan Open House Sultan, Antre Pagi-pagi hingga demi "Ayem Tentrem"
Khas Ramadhan
Antre Mengular, 5.000 Orang Hadiri
Antre Mengular, 5.000 Orang Hadiri "Open House" Sultan di Yogyakarta
Khas Ramadhan
Tiwul dan Belalang Diburu Pemudik dan Wisatawan di Gunungkidul
Tiwul dan Belalang Diburu Pemudik dan Wisatawan di Gunungkidul
Khas Ramadhan
Lebaran, Pedagang di Pantai Ujong Blang Aceh Kantongi Omset Rp 10 Juta Per Hari
Lebaran, Pedagang di Pantai Ujong Blang Aceh Kantongi Omset Rp 10 Juta Per Hari
Khas Ramadhan
Arus Balik Lebaran Diprediksi Masih Tinggi Besok
Arus Balik Lebaran Diprediksi Masih Tinggi Besok
Khas Ramadhan
Arus Balik Lebaran, 95.417 Kendaraan Terpantau Memasuki Jakarta
Arus Balik Lebaran, 95.417 Kendaraan Terpantau Memasuki Jakarta
Khas Ramadhan
Viral Mobil Berlampu Rotator Terobos Jalur
Viral Mobil Berlampu Rotator Terobos Jalur "Contraflow"
Khas Ramadhan
5 Kuliner Khas yang Wajib Kamu Coba saat Mampir di Cirebon
5 Kuliner Khas yang Wajib Kamu Coba saat Mampir di Cirebon
Khas Ramadhan
Lebaran Pertama sebagai Suami Istri, Baim Wong dan Paula Verhoeven Rasakan Berkah Luar Biasa
Lebaran Pertama sebagai Suami Istri, Baim Wong dan Paula Verhoeven Rasakan Berkah Luar Biasa
Khas Ramadhan
H+2 Lebaran, Ragunan Dipadati 39.388 Pengunjung pada Siang Hari
H+2 Lebaran, Ragunan Dipadati 39.388 Pengunjung pada Siang Hari
Khas Ramadhan
Malangbong-Nagreg
Malangbong-Nagreg "One Way", Ini Jalur Alternatif Menuju Bandung dan Jakarta
Khas Ramadhan
Hindari Macet Arus Balik, Masyarakat Diimbau Manfaatkan Jam
Hindari Macet Arus Balik, Masyarakat Diimbau Manfaatkan Jam "One Way"
Khas Ramadhan
Mandra Bagikan THR hingga Jutaan Rupiah
Mandra Bagikan THR hingga Jutaan Rupiah
Khas Ramadhan