Kisah Munculnya Kembali Para Pemuda Gereja Berkaus "Aku Kancamu" Saat Shalat Id di Yogyakarta

Kompas.com - 05/06/2019, 13:32 WIB
Beberapa kelompok pemuda gereja membantu kelancaran dan ketertiban kendaraan parkir selagi berlangsung Shalat Id di alun-alun Wates. Salah satu kelompok mengenakan kaos bertulis Aku Kancamu yang berarti aku temanmu. KOMPAS.com/DANI JULIUSBeberapa kelompok pemuda gereja membantu kelancaran dan ketertiban kendaraan parkir selagi berlangsung Shalat Id di alun-alun Wates. Salah satu kelompok mengenakan kaos bertulis Aku Kancamu yang berarti aku temanmu.

KULONPROGO, KOMPAS.com - Ribuan orang dari berbagai penjuru berbondong menuju lokasi shalat Id di alun-alun Kota Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (5/6/2019).

Mayoritas mereka berjalan kaki menuju alun-alun ini. Tidak sedikit pula di antara mereka berkendara motor maupun mobil sehingga lalu lintas sekeliling alun-alun memadat. 

Beberapa pemuda maupun remaja tampak menonjol di antara lalu lalang ribuan orang ini. Pasalnya, kaus yang dipakai serba hitam dengan tulisan bahasa jawa " Aku Kancamu". Dalam bahasa jawa, artinya "aku temanmu".

Baca juga: Cerita Idul Fitri dari Sikka, Kala Umat Shalat Id di Depan Gereja

Mereka tersebar di berbagai titik di alun-alun. Ada yang di sekitaran rumah jabatan bupati dan wakil bupati Kulon Progo, kantor Kodim Kulon Progo, hingga sekitaran kantor Pemkab.

Beberapa di antara mereka beraksi sambil memberi aba-aba untuk mengurai kepadatan pengendara, benerapa ada yang membantu memarkirkan kendaraan, merapikan motor yang sudah terparkir, bahkan beberapa membagikan selebaran berisi pesan kebajikan yang disampaikan dalam shalat Id.

"Kami hadir di sini untuk membantu parkir dan membantu menertibkan kendaraan," kata Martinus Dwi Anggara, salah satu ketua kelompok pemuda berkaus 'Aku Kancamu'.

Baca juga: Potret Toleransi dari Timika, Anak Muda Katolik Kristen, Hindu, Budha Jaga Shalat Id

Martinus mengungkapkan bahwa mereka berasal dari Gereja Kristen Jawa yang lokasinya tidak jauh dari alun-alun.

Para pemuda yang masih sekolah, kuliah, dan tidak sedikit yang sudah bekerja ini berasal dari kelompok pemuda gereja yang biasa aktif dalam kegiatan hari besar Kristiani.

Pada hari besar umat Islam, mereka juga terpanggil untuk turut membantu, dengan rasa sukacita, dan tanpa keterpaksaan.

"Mereka bangun pagi sekali, kumpul di sini jam setengah enam untuk mulai aktivitas," kata Martinus yang juga pendeta di GKJ Wates.

Menurut dia, ini bukan kali pertama. Pada Hari Raya Idul Fitri di 2018, mereka lakukan aksi serupa. Waktu itu mereka sudah mengenakan kostum sama "Aku Kancamu". Kaus ini, lanjut Martinus, sebenarnya dibuat untuk kegiatan Natal di beberapa tahun lalu.

Halaman:
Array
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Terkini Lainnya
Tradisi Kupatan ala Warga Pekauman yang Tak Lekang oleh Waktu
Tradisi Kupatan ala Warga Pekauman yang Tak Lekang oleh Waktu
Khas Ramadhan
Libur Lebaran Usai, Waduk Darma Kuningan Masih Ramai Wisatawan
Libur Lebaran Usai, Waduk Darma Kuningan Masih Ramai Wisatawan
Khas Ramadhan
Cerita Narti Tak Sekali Pun Lewatkan Open House Sultan, Antre Pagi-pagi hingga demi
Cerita Narti Tak Sekali Pun Lewatkan Open House Sultan, Antre Pagi-pagi hingga demi "Ayem Tentrem"
Khas Ramadhan
Antre Mengular, 5.000 Orang Hadiri
Antre Mengular, 5.000 Orang Hadiri "Open House" Sultan di Yogyakarta
Khas Ramadhan
Tiwul dan Belalang Diburu Pemudik dan Wisatawan di Gunungkidul
Tiwul dan Belalang Diburu Pemudik dan Wisatawan di Gunungkidul
Khas Ramadhan
Lebaran, Pedagang di Pantai Ujong Blang Aceh Kantongi Omset Rp 10 Juta Per Hari
Lebaran, Pedagang di Pantai Ujong Blang Aceh Kantongi Omset Rp 10 Juta Per Hari
Khas Ramadhan
Arus Balik Lebaran Diprediksi Masih Tinggi Besok
Arus Balik Lebaran Diprediksi Masih Tinggi Besok
Khas Ramadhan
Arus Balik Lebaran, 95.417 Kendaraan Terpantau Memasuki Jakarta
Arus Balik Lebaran, 95.417 Kendaraan Terpantau Memasuki Jakarta
Khas Ramadhan
Viral Mobil Berlampu Rotator Terobos Jalur
Viral Mobil Berlampu Rotator Terobos Jalur "Contraflow"
Khas Ramadhan
5 Kuliner Khas yang Wajib Kamu Coba saat Mampir di Cirebon
5 Kuliner Khas yang Wajib Kamu Coba saat Mampir di Cirebon
Khas Ramadhan
Lebaran Pertama sebagai Suami Istri, Baim Wong dan Paula Verhoeven Rasakan Berkah Luar Biasa
Lebaran Pertama sebagai Suami Istri, Baim Wong dan Paula Verhoeven Rasakan Berkah Luar Biasa
Khas Ramadhan
H+2 Lebaran, Ragunan Dipadati 39.388 Pengunjung pada Siang Hari
H+2 Lebaran, Ragunan Dipadati 39.388 Pengunjung pada Siang Hari
Khas Ramadhan
Malangbong-Nagreg
Malangbong-Nagreg "One Way", Ini Jalur Alternatif Menuju Bandung dan Jakarta
Khas Ramadhan
Hindari Macet Arus Balik, Masyarakat Diimbau Manfaatkan Jam
Hindari Macet Arus Balik, Masyarakat Diimbau Manfaatkan Jam "One Way"
Khas Ramadhan
Mandra Bagikan THR hingga Jutaan Rupiah
Mandra Bagikan THR hingga Jutaan Rupiah
Khas Ramadhan